Buku Cepat Hamil

Buku Cepat Hamil
Cara Pesan Buku Cepat Hamil,klik saja gambarnya

Saturday, August 21, 2010

Perampokan Bank di Medan

Hotel di Gresik - Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Erlangga Masdiana menduga pelaku perampokan Bank CIMB Niaga di Medan, Sumatera Utara (Sumut), adalah residivis. Sebab, mereka melakukan aksinya dalam situasi tertentu.

"Perampokan  Bank itu naik turun kejadiannya. Tapi cenderung naik misalnya dalam situasi menjelang lebaran. Dan itu biasanya dilakukan oleh para residivis," kata Erlangga saat dihubungi detikcom, Sabtu (21/8/2010).

Menurutnya, seorang residivis akan melakukan kejahatannya secara berulang-ulang. Selain menjelang hari-hari tertentu, perbuatan itu biasanya dilakukan saat pengawasan oleh aparat lemah.

"Tapi semua kemungkinan ada. Bisa jadi aparat yang terlibat, tapi yang sudah desersi (membelot)," lanjut dia.

Aparat TNI/Polri yang masih aktif pun, menurut Erlangga, punya kemungkinan terlibat. Namun, ia tidak mau buru-buru menyakininya meski senjata yang dipakai perampok adalah senjata organik AK-47 dan M-16.

"Kalau senjata bisa diperoleh bisa dari penyelundupan. Saya kira banyak karena peredaranya tidak diawasi," jelas dia.

"Yang jelas mereka penjahat. Mereka adalah pelaku kejahatan dan perlu ditindak secara tegas," tandasnya.

Dalam foto yang beredar pasca perampokan pada Rabu (18/8/2010), terlihat dua pelaku menenteng senjata M-16 dan AK 47 saat berjaga di luar bank. Selain itu, ada seorang perampok berkemeja lengan panjang warna biru yang membawa tas besar saat akan meninggalkan bank itu. Diduga tas besar warna biru itu berisi uang. Pelaku yang berjumlah 16 orang itu menggunakan sepeda motor dalam menjalankan aksinya.

Sebagaimana laporan CIMB Niaga, perampok menggondol uang sekitar Rp 400 juta dari bank tersbut. Mereka perampok juga merampas telepon seluler milik karyawan. Dalam perampokan ini, seorang anggota Brimob, Briptu Imanuel Sianjuntak, tewas dan dua satpam mengalami luka parah ditembak perampok.

No comments:

Post a Comment